Kamis, 17 Maret 2011

KONSEP KECEMASAN [2]

<<= Ke bagian 1

E. Skala Kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)

Kecemasan dapat diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut alat ukur kecemasan yang disebut HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale).  Skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang didasarkan pada munculnya symptom pada individu yang mengalami kecemasan. Menurut skala HARS terdapat 14 syptoms yang nampak pada individu yang mengalami kecemasan. Setiap item yang diobservasi diberi 5 tingkatan skor antara 0 (Nol Present) sampai dengan 4 (severe).

Skala HARS pertama kali digunakan pada tahun

1959, yang diperkenalkan oleh Max Hamilton dan sekarang telah menjadi standar dalam pengukuran kecemasan terutama pada penelitian trial clinic.  Skala HARS telah dibuktikan memiliki validitas dan reliabilitas cukup tinggi untuk melakukan pengukuran kecemasan pada penelitian trial clinic yaitu 0,93 dan 0,97. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengukuran kecemasan dengan menggunakan skala HARS akan diperleh hasil yang valid dan reliable.

Skala HARS Menurut Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang dikutip Nursalam (2003) penilaian kecemasan terdiri dan 14 item, meliputi:

1. Perasaan Cemas firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah tensinggung.

2. Ketegangan merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu.

3. Ketakutan : takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri dan takut pada binatang besar.

4. Gangguan tidur sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur tidak pulas dan mimpi buruk.

5. Gangguan kecerdasan : penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit konsentrasi.

6. Perasaan depresi : hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hoby, sedih, perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari.

7. Gejala somatik: nyeni path otot-otot dan kaku, gertakan gigi, suara tidak stabil dan kedutan otot.

8. Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk, penglihatan kabur, muka merah dan pucat serta merasa lemah.

9. Gejala kardiovaskuler : takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras dan detak jantung hilang sekejap.

10. Gejala pemapasan : rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering menarik napas panjang dan merasa napas pendek.

11. Gejala gastrointestinal: sulit menelan, obstipasi, berat badan menurun, mual dan muntah, nyeri lambung sebelum dan sesudah makan, perasaan panas di perut.

12. Gejala urogenital : sering keneing, tidak dapat menahan keneing, aminorea, ereksi lemah atau impotensi.

13. Gejala vegetatif : mulut kering, mudah berkeringat, muka merah, bulu roma berdiri, pusing atau sakit kepala.

14. Perilaku sewaktu wawancara : gelisah, jari-jari gemetar, mengkerutkan dahi atau kening, muka tegang, tonus otot meningkat dan napas pendek dan cepat.

Cara Penilaian kecemasan adalah dengan memberikan nilai dengan kategori:

0 = tidak ada gejala sama sekali

1 = Satu dari gejala yang ada

2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada

3 = berat/lebih dari ½ gejala yang ada

4 = sangat berat semua gejala ada

Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item 1-14 dengan hasil:

1.  Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan.

2.  Skor 7 – 14 = kecemasan ringan.

3.  Skur 15 – 27 = kecemasan sedang.

4.  Skor lebih dari 27 = kecemasan berat.

F. Tingkat Kecemasan

Stuart dan Sundeen (1995) membagi kecemasan menjadi 4 tingkatan yaitu :

  1. Kecemasan Ringan

Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari-hari. Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dab individu akan berhati-hati dan waspada. Individu terdorong untuk belajar yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas.

  1. Respon Fisiologis

· Sesekali nafas pendek

· Nadi dan tekanan darah naik

· Gejala ringan pada lambung

· Muka berkerut dan bibir bergetar

  1. Respon Kognitif

· Lapang persegi meluas

· Mampu menerima ransangan yang kompleks

· Konsentrasi pada masalah

· Menyelesaikan masalah secara efektif

  1. Respon perilaku dan Emosi

· Tidak dapat duduk tenang

· Tremor halus pada tangan

· Suara kadang-kadang meninggi

  1. Kecemasan sedang

Pada tingkat ini lahan persepsi terhadap lingkungan menurun/individu lebih memfokuskan pada hal penting saat itu dan mengesampingkan hal lain.

  1. Respon Fisiologis

· Sering nafas pendek

· Nadi ekstra systole dan tekanan darah naik

· Mulut kering

· Anorexia

· Diare/konstipasi

· Gelisah

  1. Respon Kognitif

· Lapang persepsi menyempit

· Rangsang Luar tidak mampu diterima

· Berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya

  1. Respon Prilaku dan Emosi

· Gerakan tersentak-sentak (meremas tangan)

· Bicara banyak dan lebih cepat

· Perasaan tidak nyaman

  1. Kecemasan Berat

Pada kecemasan berat lahan persepsi menjadi sempit. Individu cenderung memikirkan hal yang kecil saja dan mengabaikan hal-hal yang lain. Individu tidak mampu berfikir berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan/tuntutan.

  1. Respon Fisiologis

· Sering nafas pendek

· Nadi dan tekanan darah naik

· Berkeringat dan sakit kepala

· Penglihatan kabur

  1. Respon Kognitif

· Lapang persepsi sangat menyempit

· Tidak mampu menyelesaikan masalah

  1. Respon Prilaku dan Emosi

· Perasaan ancaman meningkat

· Verbalisasi cepat

· Blocking

  1. Panik

Pada tingkat ini persepsi sudah terganggu sehingga individu sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun sudah diberi pengarahan/tuntunan.

  1. Respon Fisiologis

· Nafas pendek

· Rasa tercekik dan berdebar

· Sakit dada

· Pucat

· Hipotensi

  1. Respon Kognitif

· Lapang persepsi menyempit

· Tidak dapat berfikir lagi

  1. Respon Prilaku dan Emosi

· Agitasi, mengamuk dan marah

· Ketakutan, berteriak-teriak, blocking

· Persepsi Kacau

· Kecemasan yang timbul dapat diidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik, emosional, dan kognitif atau intelektual.

  1. Respon Fisiologis

· Kardiovaskuler : Palpitasi berdebar, tekanan darah meningkat/menurun, nadi meningkat/menurun

· Saluran Pernafasan : Nafas cepat dangkal, rasa tertekan di dada, rasa seperti tercekik

· Gastrointestinal : Hilang nafsu makan, mual, rasa tak enak pada epigastrium, diare

· Neuromuskuler : Peningkatan refleks, wajah tegang, insomnia, gelisah, kelelahan secara umum, ketakutan, tremor

· Saluran Kemih : Tak dapat menahan buang air kecil

· Sistem Kulit : Muka pucat, perasaan panas/dingin pada kulit, rasa terbakar pada muka, berkeringat setempat atau seluruh tubuh dan gatal-gatal

· Respon Kognitif : konsentrasi menurun, pelupa, raung persepsi berkurang atau menyempit, takut kehilangan kontrol, obyektifitas hilang

· Respon emosional : Kewaspadaan meningkat, tidak sadar, takut, gelisah, pelupa, cepat marah, kecewa, menangis dan rasa tidak berdaya

ke bagian 3 =>>

5 komentar:

liina hyung mengatakan...

referensinya mana?

Yusuf Maulana mengatakan...

di bagian 3 mbak

makasih dah mampir ^^

Anonim mengatakan...

refrensi yang terbaru thun 2005 ke atas gk ada t???

L mengatakan...

mas, gimana cara menggunakan skala HARS ny.., saya bingung cara mkai ny.....
mhon bimbingan cara penggunaan skala HARS ny yang rinci ya mas.....^_^

Anonim mengatakan...

terimakasi blog anda sangat membantu saya dalam menyusun tugas akhir saya ^_^

Poskan Komentar