Senin, 08 Agustus 2011
BukuJurus Bijak Menyikapi Fenomena
Senin, 04 April 2011
Sabar tiada habisnya, benarkah?
Senin, 14 Maret 2011
Tata Bahasa Indonesia Dilihat dari Berbagai Sudut Pandang
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Jumat, 11 Maret 2011
“Tsunami” kembali ke kampung halaman
TOKYO (Suara Karya): Gempa dahsyat berkekuatan 8,9 skala richter (SR) menghantam timur laut Jepang, Jumat (11/3) siang, menyebabkan sedikitnya 200 hingga 300 orang tewas, 88.000 dinyatakan hilang, kebakaran, dan gelombang tsunami sekitar setinggi 10 meter di sepanjang pantai negara itu. Sebuah reaktor nuklir pun rusak.
Selasa, 01 Maret 2011
Mengetik cepat bukan berati cepat selesai

Apa hubungan Kanada dengan Indonesia?
Senin, 28 Februari 2011
Kata-kata Terakhir dari Tokoh-Tokoh Dunia
Berikut ini adalah kumpulan kata-kata atau pesan terakhir dari orang-orang terkenal. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari mereka yang sudah pergi mendahului kita.
Kamis, 24 Februari 2011
Mengetik kurang baik untuk anak-anak
Rabu, 23 Februari 2011
50 Menit Berponsel, Aktivitas Sel Otak Berubah
Ilmuwan dari National Institutes of Health AS menemukan bahwa
Kamis, 10 Februari 2011
Semuanya kembali pada individu masing-masing :P
Aduh, kita lama-lama diskusi hanya untuk mendapatkan kesimpulan semacam ini? Jadi buat apa kita berdiskusi?
Yap, entah sejak kapan saya mulai membenci “kata-kata bijak” ini, mungkin ketika