Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

BABIV Kurikulum untuk Pendidikan Pra sekolah (Skripsi)

Dokumen berikut ini adalah potongan skripsi BAB IV dan BAB V berjudul Kurikulum untuk Pendidikan Prasekolah
Berikut potongan paragraf pertama:

Sabtu, 23 Februari 2013

Askep Motorik Halus


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       LATAR BELAKANG

Menurut Elizabeth B. Hurlock (1978) pertumbuhan (growth) dan perkembangan(development) sebenarnya    memiliki makna yang berbeda, tetapi antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan menunjukkan arti perubahan kuantitatif, pertambahan dalam ukuran dan struktur. Sejalan dengan pertumbuhan otak anak, dia memiliki kapasitas belajar lebih besar untuk belajar, mengingat, dan bernalar. Perkembangan dapat didefinisikan sebagai kemajuan terurut berkesinambungan, perubahan-perubahan koheren (menyatu). Kemajuan artinya perubahan itu berlanjut ke arah depan. Terurut dan koheren, artinya terdapat relasi tertentu antara perubahan yang sedang terjadi dan apa yang dilalui atau berikutnya. Berkembang, yaitu menunjukkan perubahan kuantitatif dan kualitatif berikutnya (Elisabeth B. Hurlock, 1978).

Minggu, 27 November 2011

PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI

A.    Uraian Materi
Pendidikan anak usia dini 0-8 tahun menurut Jamaris (2003) telah cukup lama menjadi perhatian beberapa tokoh atau para ahli filsafat seperti Plato (427 - 347 B.C) dan Aristoteles (394 - 323 B.C). Plato mengemukakan pendidikan yang paling tepat untuk mendidik anak adalah sebelum usia 6 tahun . Seorang ahli pendidikan lainnya seperti John Amus Comenicus (1592 - 1672) dalam bukunya "The School of Infant" menyatakan pendidikan anak telah berada dalam pangkuan ibunya. Comenicus berpendapat pendidikan anak berlangsung sejalan dengan aktivitas bermain karena bermain adalah realisasi dari pengembangan diri kehidupan anak. Sedangkan John Peztalozzi (1746 - 1827) berpendapat bahwa pendidikan dimulai di rumah, melalui berbagai kegiatan yang dilakukan anak pada waktu bermain.

Sabtu, 19 Maret 2011

Pengertian komunikasi [2]

Selain faktor-faktor di atas, faktor dari pengirim dan penerima pesan yang dapat berpengaruh adalah kecakapan, sikap (keterbukaan, rasa percaya, rendah hati, pendengar yang baik, dan ekspresi wajah yang mendukung), pengetahuan, dan

Pengertian komunikasi [1]

Komunikasi adalah proses pengoperasian lambang-lambang yang mengandung arti (Susanto, 1998).
Komunikasi merupakan berlalunya informasi dan pengertian seseorang ke orang lain (Davis, 2003).
Komunikasi mencakup

Jumat, 18 Maret 2011

KONSEP KECEMASAN [3]

<<= Ke bagian 1

<<= Ke bagian 2

Stuart dan Sundeen (1995) mengatakan rentan respon individu berfluktuasi antara respon adaptif dan maladaptive seperti :

· Adaptif Maladaptif

· Adaptasi Ringan Sedang Berat Panik

Roy (1974) mengatakan manusia mahluk yang unik karenanya mempunyai

Kamis, 17 Maret 2011

KONSEP KECEMASAN [2]

<<= Ke bagian 1

E. Skala Kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS)

Kecemasan dapat diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut alat ukur kecemasan yang disebut HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale).  Skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang didasarkan pada munculnya symptom pada individu yang mengalami kecemasan. Menurut skala HARS terdapat 14 syptoms yang nampak pada individu yang mengalami kecemasan. Setiap item yang diobservasi diberi 5 tingkatan skor antara 0 (Nol Present) sampai dengan 4 (severe).

Skala HARS pertama kali digunakan pada tahun

Selasa, 15 Maret 2011

KONSEP KECEMASAN [1]

A. Pengertian

Cemas adalah emosi dan merupakan pengalaman subyektif individual, mempunyai kekuatan tersendiri dan sulit untuk diobservasi secara langsung. Perawat dapat mengidentifikasi cemas lewat perubahan tingkah laku klien. cemas

Stuart (1996) mendefinisikan cemas sebagai

Senin, 14 Maret 2011

Tata Bahasa Indonesia Dilihat dari Berbagai Sudut Pandang

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Sabtu, 12 Maret 2011

Pembelajaran Cooperative Learning [2]

<< ke Bagian 1

2. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif

Karakteristik pembelajaran kooperatif diantaranya:

a. Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis.

b. Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.

c. Jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku, budaya, dan jenis kelamin.

d. Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu.

Selain itu, terdapat empat tahapan keterampilan kooperatif yang harus ada dalam

model pembelajaran kooperatif yaitu:

Pembelajaran Cooperative Learning [1]

A. Pendahuluan

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam pembelajaran, guru harus memahami hakikat materi pelajaran yang diajarkannya dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru.

Paradigma lama tentang proses pembelajaran yang bersumber pada teori tabula rasa John Lock dimana pikiran seorang anak seperti kertas kosong dan siap menunggu coretan-coretan dari gurunya sepertinya kurang tepat lagi digunakan oleh para pendidik saat ini.Tuntutan pendidikan sudah banyak berubah. Pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dimana anak dapat aktif membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan pandangan kontruktivisme yaitu keberhasilan belajar tidak hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi belajar, tetapi juga pada pengetahuan awal siswa.Belajar melibatkan pembentukan “makna” oleh siswa dari apa yang mereka lakukan, lihat,dan dengar.

Minggu, 20 Februari 2011

MAKALAH : PSIKOLOGI PENDIDIKAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan proses tiada henti sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayat. Bahkan banyak pendapat mengatakan bahwa pendidikan sudah dimulai sejak manusia masih berada dalam kandungan (pra-natal). Pastinya, proses pendidikan akan dan harus dialami dan dijalani oleh setiap manusia di setiap waktu.
Masa usia dini (2 – 5 tahun) adalah salah satu fase pendidikan yang dijalani oleh manusia. Masa ini merupakan masa pendidikan yang lebih terfokus pada psikomotor anak serta penanaman akhlaq dan sikap hidup anak didik.
Psikologi pendidikan sebagai salah satu cabang ilmu psikologi, memberikan kontribusi penting pada proses pendidikan anak usia dini. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah sejak lama bidang psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.
Silakan Unduh kelanjutannya dengan klik link di bawah ini
UNDUH (115 KB)
tipe file .PDF
Bingung cara mengunduh, klik di sini

Senin, 13 Desember 2010

Makalah Hukum Ketenagakerjaan-Perjanjian Kerja



BAB I
PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG MASALAH
Hubungan kerja adalah hubungan antara pekerja dengan pengusaha / pemberi kerja yang terjadi setelah adanya perjanjian kerja. Oleh karena itu hubungan kerja merupakan hubungan hukum antara pekerja dan pemberi kerja, yang terikat dengan adanya perjanjian kerja.

Kamis, 02 Desember 2010

Makalah : Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini

Abstract : today, we have to be more alert because media and technology tend to facilitate free sex behavior, that more sophisticate and easy to access. One example is via cellular phone, with parent and government more permissive to it. Giving sex education early is because human basic character forming is at children age. Psychoanalyst shows that early years of children growth giving affect to children basic character growth. Wrong education can affect and became cause of sexual deviation on their next phase of life. Early age sex education can became mean of undeviating sexual apprehension and act, positively. Keywords: sexual education, early age.